Desa Ngadisari

Desa Ngadisari terletak di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, dimana desa tersebut berada tepat dengan perbatasan kawasan wisata gunung Bromo, dapat dilihat pada lampiran 1. Jarak tempuh desa Ngadisari dari kota Probolinggo sekitar 40Km, sekitar 90 menit perjalanan. Keadaan wilayah desa ini bertopografi bukit, dengan jenis tanah berupa pasir.

Potensi unggulan Desa Ngadisari adalah dari sektor agro dan sektor pariwisata. Potensi yang paling menonjol dari sektor agro adalah kentang, bawang daun, dan kubis, namun kentang yang menjadi permasalahan karena sistem tanam yang salah dan terserang hama penyakit sehingga produksi kentang di desa Ngadisari tidak dapat optimal. Sementara untuk sektor kehutanan masih dicobakan oleh pemerintah karena perlu dilakukan penghijauan kawasan, dimana desa Ngadisari merupakan kawasan lindung, sehingga harus tetap melindungi kawasan di bawahnya dari segi tata air. Budidaya jamur juga dicobakan oleh pemerintah paska erupsi Bromo tahun 2011, karena setelah erupsi tanah di Bromo menjadi kurang subur. Kendala yang dihadapi adalah diperlukan perawatan khusus untuk budidayanya sementara masyarakat harus membagi waktunya antara membudidayakan jamur dan bertani, kedua dirasa sangat menguntungkan dan menambah pendapatan penduduk. Potensi wisata yang menonjol di daerah ini adalah daya tarik Gunung Bromo, dimana Desa Ngadisari merupakan desa yang berbatasan langsung dengan gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang merupakan pintu masuk tempat wisata gunung Bromo dari arah Probolinggo

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment